Limit penarikan uang di atm mandiri

Travelling sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak remaja. Dimulai ketika saya menginjak bangku SMA. Mungkin di antara kalian ada yang memulai travelling sebelum itu. Tapi, saya si anak rumahan ini baru ada pikiran untuk travelling bersama teman-teman ketika SMA.

Kalau sama orangtua sih jangan ditanya ya karena tiap weekend pun pasti jalan-jalan. Hanya saja, untuk jalan dengan teman-teman butuh kepercayaan orangtua. Apalagi jika tujuannya jauh.
Sekarang, saya sudah dewasa dan rutin melakukan travelling.

Berhubung sudah bekerja kantoran, limit cuti tidak boleh dilanggar. Satu tahun hanya bisa 12 hari saja. Berbeda dengan teman saya yang bekerja di Belanda. Satu tahun cuti bisa sebulan. Makanya, orang Belanda banyak yang melakukan travelling dengan destinasi jauh dan dalam jangka waktu yang lama. Tapi, itu sih di Belanda.
baca juga cek saldo rekening mandiri
Di Indonesia mana bisa seperti itu. Cukup berandai-andai, dan mulai berpikir realistis saja. Dengan memanfaatkan 12 hari cuti tersebut, saya bisa mengajukan cuti untuk travelling satu atau dua kali dalam setahun. Paling tidak, minimal satu tahun sekali  harus travelling.

Kali ini, tujuan saya adalah Penang, Malaysia. Saya belum pernah pergi ke tempat itu, padahal jaraknya cukup dekat dengan Indonesia. Seolah-olah, Penang saya skip. Tapi, tempat itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Setelah menonton acara di Netflix berjudul Street Food, saya tergugah untuk mengunjunginya.

Ingin rasanya mencicipi kuliner Penang. Informasi teman-teman saya yang pernah berkunjung ke Penang pun mengatakan bahwa kuliner Penang patut dicoba. Apa yang saya tonton di acara tersebut memang benar adanya. Acara tersebut membuat saya tergoda!

Maka dari itu, saya dan pasangan saya segera mewujudkannya. Persiapannya tiga bulan sebelum berangkat. Selama tiga bulan itu, kami menyusun itinerary dan juga membuat budget. Rencananya kami akan berada di Penang selama tujuh hari.

Cukup lama buat orang kantor yang menunggu tenaga saya untuk bekerja. Namun buat saya, itu hanya sekejap mata. Maka dari itu, kedua hal yang tadi saya sebutkan harus disusun dengan matang. Untuk budget, semuanya dihitung untuk berdua.

Nah, untuk budget uang saku pun begitu. Uang saku sudah termasuk makan tiga kali sehari, masuk ke objek wisata, dan jajan. Belum lagi budget untuk beli oleh-oleh. Semua itu harus dibeli dengan Ringgit. Untuk mendapatkan Ringgit, kami harus menukarkan uang terlebih dahulu.
Uang yang akan kami tukarkan kira-kira sejumlah 8 juta Rupiah.
baca juga limit transfer bank mandiri

Kmai harus mengambil uang terlebih dahulu di rekening Bank Mandiri. Rekening itu khusus tabungan untuk traveling kami. Maka dari itu, kami berencana untuk mengambil sejumlah uang di ATM terlebih dahulu. Seminggu sebelum berangkat, saya harus mampir ke ATM untuk menarik uang setelah pulang kerja.

Sejauh yang saya tahu, untuk menarik uang di ATM ada batas maksimalnya. Semoga masih bisa menerima penarikan transaksi tunai 8 juta. Namun saya kurang tahu berapa. Harus cari info dulu ke teman-teman yang memiliki rekening Bank Mandiri.

Kebetulan, saya sedang berdialog di grup Whatsapp para traveller. Grup ini memang sangat membantu untuk mencari informasi.
Ketika sampai di gerai ATM, ada beberapa mesin. Beberapa di antaranya adalah untuk pecahan Rp. 100.000, Rp. 50.000, dan Rp. 20.000.

Saya segera berjalan ke mesin ATM dengan pecahan 100.000. Menurut info yang saya baca, limit tarik tunai di ATM Bank Mandiri sebetulnya berbeda-beda tergantung pada pecahan di mesinnya. Untuk pecahan 20.000,maksimal per penarikan adalah Rp. 500.000.

Untuk mesin dengan pecahan Rp. 50.000, batasnya Rp. 1.250.000 per penarikan. Nah, sepertinya yang saya butuhkan adalah mesin ATM dengan pecahan Rp. 100.000, karena maksimal per penarikannya adalah Rp. 2.500.000.

Lagipula, uang  pecahan Rp. 100.000 bakalan lebih praktis jika nanti dibawa ke money changer. Sementara itu, limit harian penarikan adalah empat kali apapun jenis kartunya. Kartu ATM Mandiri Silver, Gold, Platinum, Platinum Plus, limit hariannya sama, yaitu Rp. 10.000.000.

Di hadapan mesin ATM, seperti biasa kalau ingin bertransaksi, saya memasukkan kartu ATM. Tak lupa untuk memasukkan nomor PIN. Setelah itu, saya memilih menu ‘Tarik Tunai’.  Sempat berpikir dulu, apakah langsung 8 juta saja menariknya atau tidak.


Maka, saya isi nominal 8 juta. Ternyata, tidak bisa. Berhubung mesin ATM yang saya gunakan adalah transaksi untuk pecahan Rp. 100.000, maka maksmial jumlah uang dalam satu kali penarikan adalah Rp.2.500.000. Begitulah yang tertera di layar.

Berhubung jumlah yang akan saya tarik adalah 8 juta dan maksimum penarikan dalam satu kali transaksi adalah empat kali, maka saya bagi ke dalam empat tahapan. Masing-masing tahap, saya menarik dua juta rupiah. Dengan cara ini, mesin ATM mulai menderu, tanda uang akan segera keluar dan dapat diambil.

Berarti cara ini berhasil. Saya pun mengulangi cara ini sampai terpenuhi 8 juta di tangan.
Tak berapa lama berselang, uang sejumlah 8 juta sudah saya pegang. Struk keluar dari mesin ATM. Tidak lupa, saya mengambil terlebih dahulu kartu ATM karena berisiko tertelan.

Kini saya harus menyimpan uang tersebut di dalam amplop cokelat yang sudah saya bawa sebelumnya, berhubung di dompet tidak cukup.

Penarikan uang tunai di ATM Mandiri ini adalah tahap awal saya dan pasangan saya untuk mewujudkan tujuan kami berlibur di Penang. Jalan kami untuk mempersiapkannya masih panjang. Belum menukarkan uangnya menjadi Ringgit, juga persiapan lainnya yang tak kalah penting.

Oldest
Comments


EmoticonEmoticon