cara setor tunai di atm mandiri

Beberapa hari lalu, saya membaca sebuah tulisan di salah satu media massa terkemuka. Isi beritanya tentang presiden Joko Widodo yang menghimbau masyarakat untuk tidak menyimpan uang di rumah, melainkan di produk-produk perbankan.

Pernyataan itu agak menyindir. Saya yang sedari kecil gemar menabung ini masih menggunakan celengan. Tentu saja, bukan celengan berbentuk ayam. Aku suka wadah-wadah yang terkesan vintage, seperti Mason Jar. Selain cocok juga untuk pajangan di rak, Mason Jar juga bagus untuk difoto. Lumayan, untuk feed Instagram.
baca juga cara transfer mandiri ke bca

Semakin saya pikirkan himbauan Presiden Joko Widodo tersebut, saya pun mulai mencari-cari produk perbankan mana yang sebaiknya saya pilih untuk menyimpan uang. Saya masih bingung memilih antara reksadana atau saham.

Namun, saya masih belum tahu ilmu tentang kedua produk perbankan tersebut. Menurut buku yang saya baca, kita harus punya dulu dana darurat dulu sebelum berinvestasi. Maka dari itu, tujuan saya adalah menyimpan uang celengan tersebut di rekening bank.

Pilihan saya jatuh pada Bank Mandiri. Selain karena sudah menjadi nasabah selama bertahun-tahun, saya mudah untuk pergi ke Kantor Cabang Bank Mandiri yang tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal saya.

Maka, saya memutuskan untuk mampir ke Bank Mandiri sebelum berangkat ke kantor.
Begitu sampai di Bank Mandiri, untungnya belum banyak orang yang mengantri. Hanya ada satu atau dua orang.

Inilah enaknya jika datang ke bank pada pagi hari. Sebelum mengantri, saya harus mengisi dulu slip Aplikasi Setoran yang warnanya biru. Di bagian ‘Penerima’, hal yang perlu diisi adalah nama pemilik rekening, nomor rekening tujuan, dan nama bank.

Sementara itu, di bagian ‘Pengirim’, saya menuliskan nama, alamat, nomor telepon, dan juga jumlah uang yang akan saya setor. Setelah menandatangani slip tersebut, saya duduk-duduk terlebih dahulu sambil mempersiapkan tiga hal: KTP, slip aplikasi Setoran, dan yang terpenting uang setorannya. Entah kenapa, saya merasa aman dengan suasana di bank tersebut.

Selain karena security yang ramah dan sigap,  pelayanan yang cepat juga mempengaruhi.
baca juga cara setor tunai di atm mandiri
Tak berapa lama kemudian, panggilan menuju teller terdengar. Kini giliran saya. Prosesnya sangat gampang. Hanya menyerahkan tiga hal yang tadi saya sebutkan pada teller. Setelah itu, saya hanya menunggu prosesnya selesai.

Tips dari saya, perhatikan saat uangnya dihitung teller dan pasang telinga baik-baik untuk memastikan jumlah uang yang disebutkan oleh teller sama dengan jumlah yang tadi dihitung. Setelah itu, saya diminta menandatangani bukti setor tunai dan beres! Cukup mudah, bukan? Hanya butuh kesabaran menunggu dan meluangkan waktu.

Sebetulnya, masih ada celengan Mason Jar yang disimpan di kantor. Rencananya setelah pulang kerja nanti, saya akan menyetorkan uang tersebut. Namun, jam operasional bank hanya sampai pukul empat sore. Sedangkan jam pulang kantor saya pukul lima sore.

Itupun belum tentu karena terkadang saya harus lembur. Intinya, saya tidak bisa menyetor uang tunai lewat teller. Sempat terlintas untuk menyetor uang tersebut keesokan harinya. Namun, saya harus berangkat lebih pagi dari biasanya karena ada rapat.

Rekan kerja saya menyarankan untuk menyetorkannya lewat ATM. Namun, saya belum pernah melakukan penyetoran uang tunai di ATM. Khawatir akan gagal, saya pun meminta rekan kerja untuk membantu saya.

Kami mampir ke ATM terlebih dahulu sebelum pulang.
Teknologi memang memudahkan mobilitas manusia. Mesin ATM dibuat bisa beroperasi selama 24 jam. Ditambah lagi, ATM Mandiri sudah tersebar di banyak tempat dan bisa ditemukan di mana-mana. Ini sangat menguntungkan.

Ketika saya dan rekan kerja berhasil menemukan mesin ATM Mandiri untuk setor tunai, saya segera memasukkan kartu ATM, lalu memasukkan pin seperti biasanya. Langkah selanjutnya sangat mudah:
1. Pilihlah menu ‘Setor Tunai’.
2. Ketika slot untuk memasukkan uang terbuka, saya memasukkan sejumlah uang kertas. Walau celengan, isinya kebanyakan justru uang kertas. Kalaupun ada recehan, pasti akan saya tukarkan dulu.
3. Pastikan bahwa uang kertas yang akan disetorkan tersusun rapi dan jumlahnya sesuai dengan pecahan yang tertera pada layar ATM.
4. Tunggu beberapa saat, sementara mesin ATM menghitung uang.
5. Jumlah setoran akan tertera di layar ATM. Ketika sesuai, saya segera memilih tombol ‘Setorkan’.
6. Struk akan keluar sebagai tanda bahwa transaksi berhasil. Ini perlu saya simpan kalau-kalau diperlukan nanti.

Transaksi selesai! Ternyata semudah ini ya. Anti-ribet pula. Saya sangat berterima kasih pada rekan kerja saya itu karena telah menunjukkan cara yang lebih praktis untuk menyetorkan uang. Kini, saya dapat menyetorkan uang kapan pun saya mau.

Namun, ini agak ironis juga. Dengan kemajuan teknologi yang serba canggil, inilah salah satu bentuk tenaga manusia diganti oleh tenaga mesin. Saya tak bisa membayangkan bagaimana teknologi akan berkembang sepuluh tahun lagi.

Lebih canggih, namun ada ironi di balik itu semua.
Dengan kemudahan menyetorkan uang tunai, saya menjadi lebih semangat lagi untuk menabung. Tentunya, saya menabung untuk memenuhi dana darurat. Para pakar finansial mengatakan bahwa menabung tak akan membuat kita kaya.

Saya setuju dengan itu. Tapi saya pikir tetap harus ada dana di tabungan. Namanya juga dana darurat. Harus dapat mudah diambil sewaktu-waktu atau dalam istilah perbankan disebut likuid. Dengan fasilitas setor tunai lewat ATM Bank Mandiri, tujuan saya untuk menyimpan dana darurat di tabungan pun akan cepat terealisasi.

Kamu sudah menyiapkan dana darurat? Kalau belum, segera siapkan. Jangan ragu-ragu karena ATM Mandiri setor tunai siap melayani 24 jam.

Previous
Next Post »
Comments


EmoticonEmoticon